Efek Rumah Kaca
September 01, 2020
Rumah kaca adalah sebuah tempat yang didesain khusus untuk menumbuhkan tanaman, terbuat dari kaca atau plastik bening agar tanaman dapat menerima banyak cahaya Matahari. Kalau sekadar mendapatkan banyak cahaya Matahari, mengapa tidak menanam tanaman di tempat terbuka?
Suhu di dalam rumah kaca lebih hangat daripada udara di luar. Bukannya mendingin saat malam hari, rumah kaca memerangkap sebagian panas agar tanaman tetap hangat. Bahkan saat musim dingin, tanpa sumber panas selain Matahari, suhu di dalam rumah kaca tetap lebih hangat daripada udara di luar. Jika suhu di dalam terlalu panas saat musim panas, maka jendela dan pintu rumah kaca akan dibuka atau kipas angin dinyalakan untuk mendinginkan suhu.
Rumah Kaca Bumi
Rumah kaca ideal untuk menumbuhkan tanaman yang membutuhkan suhu hangat. Tetapi bagaimana jika atmosfer Bumi mulai berperilaku layaknya rumah kaca? Bumi adalah rumah kaca tertutup tanpa pintu atau jendela yang bisa dibuka untuk mendinginkan suhu.
Jika atmosfer mengandung terlalu banyak molekul gas rumah kaca, seluruh Bumi akan menjadi rumah kaca yang semakin panas. Bukannya melepas panas saat malam hari, atmosfer justru memerangkap panas. Keesokan harinya, Matahari semakin memanaskan permukaan Bumi.
Temperatur akan meningkat sedikit demi sedikit. Kita memang tidak dapat mengukur efek ini dari hari ke hari atau bahkan dari tahun ke tahun, tetapi selama puluhan tahun, beberapa derajat peningkatan temperatur mulai menyebabkan perubahan. Misalnya, es yang mencair di wilayah kutub utara dan selatan. Pencairan es akan menaikkan permukaan laut. Suatu hari nanti, kota-kota yang berada di garis pantai bisa saja tenggelam!
Ketika temperatur lautan menghangat, cuaca global akan terpengaruh. Beberapa wilayah bisa diterjang badai dahsyat, sementara di wilayah lain hampir tidak pernah turun hujan. Banyak perubahan yang akan terjadi dan berpotensi memberikan dampak buruk bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
Beberapa molekul gas rumah kaca di atmosfer justru dihasilkan oleh aktivitas manusia, seperti:
- bensin dan solar untuk menggerakan kendaraan bermotor,
- bahan bakar avtur untuk menerbangkan pesawat,
- batubara untuk operasional pabrik atau pembangkit listrik,
- penebangan hutan untuk membuka lahan pertanian.
- bahkan hewan ternak seperti sapi, babi dan ayam turut mencemari atmosfer dengan metana dari proses pencernaan mereka.
Kita mencemari atmosfer dengan karbon dioksida dan karbon monoksida. Meskipun bukan molekul gas rumah kaca, karbon monoksida beracun jika terhisap.
Molekul Gas Rumah Kaca
- Ozon (O3) terdiri dari ikatan tiga atom oksigen.
- Nitrous oksida (N2O) terdiri dari ikatan dua atom nitrogen dan satu atom oksigen.
- Karbon dioksida (CO2) terdiri dari ikatan satu atom karbon dan dua atom oksigen.
- Uap air (H2O) terdiri dari ikatan dua atom hidrogen dan satu atom oksigen.
- Metana (CH4) terdiri dari ikatan satu atom karbon dan empat atom hidrogen.
Lapisan Ozon
Ozon dihasilkan saat Matahari memanaskan karbon monoksida, seperti yang berasal dari knalpot kendaraan bermotor kita, dengan unsur kimiawi lain di atmosfer.
![]() |
| Ilustrasi empat lapizan ozon di atmosfer. |
Di atas lapisan stratosfer, 30 mil dari permukaan, ozon menyerap sebagian besar radiasi ultraviolet berbahaya Matahari. Di atas lapisan troposfer, 12 mil dari permukaan, ozon bertindak layaknya gas rumah kaca yang memerangkap panas. Di tengah lapisan troposfer, ozon membantu membersihkan polusi udara tertentu. Di bawah lapisan troposfer, di permukaan Bumi, ozon menghasilkan kabut.
Mempelajari Ozon
Sekadar mengetahui jumlah ozon di atmosfer dirasa belum cukup, para ilmuwan sangat ingin mengetahui di mana ozon berada. Itulah salah satu alasan mengapa NASA mengembangkan Tropospheric Emission Spectrometer (TES). TES adalah satu dari empat instrumen untuk mempelajari atmosfer yang diinstal di satelit Aura.
Dari orbit, TES menatap ke bawah melalui atmosfer untuk mengukur seberapa banyak ozon di berbagai variasi ketinggian. Informasi ini disebut profil ozon, seperti membedah atmosfer dan melihatnya dari samping. Saat Aura mengorbit di atas kutub utara dan selatan, Bumi berotasi di bawahnya. Setelah mengorbit selama 16 hari di sana, TES mengukur ozon di seluruh planet.
Ditulis oleh: Staf spaceplace.nasa.gov
Sumber: The Greenhouse Effect





