Bagaimana Badai Dahsyat Siklon Tropis Terbentuk?
Agustus 31, 2020
Citra Badai Fran yang diolah dari data satelit GOES.
Badai siklon tropis adalah badai paling ganas di Bumi. Ada beberapa istilah untuk menggambarkannya, tergantung di mana badai dahsyat ini terjadi, misalnya badai yang terbentuk di atas Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik Timur disebut “hurricane”.
Apa pun namanya, proses yang membentuk semua badai siklon tropis selalu sama.
Badai siklon tropis layaknya sebuah mesin raksasa yang digerakkan oleh udara hangat dan lembab. Itulah sebabnya mereka hanya terbentuk di atas perairan laut hangat di dekat khatulistiwa. Tidak semua udara hangat dan lembab naik dari dekat permukaan laut, karena masih ada sedikit udara hangat dan lembab yang tersisa di dekat permukaan laut. Dengan kata lain, ketika udara hangat dan lembab naik, mereka menciptakan tekanan di area yang lebih rendah.
Awan cumulonimbus badai siklon tropis.
Area udara dengan tekanan yang lebih tinggi mendorong area dengan udara yang tekanannya lebih rendah, memaksa udara hangat dan lembab di bawahnya untuk turut naik ke atas. Proses ini menghasilkan pusaran angin. Setelah udara hangat dan lembab yang naik ke atas mulai mendingin, molekul air di udara membentuk awan. Seluruh formasi awan dan angin mulai berputar dan membesar, disuplai oleh panas dan uap air dari lautan.
Badai yang terbentuk di utara khatulistiwa berputar berlawanan arah jarum jam, sebaliknya badai di selatan khatulistiwa berputar searah jarum jam. Perbedaan ini disebabkan oleh rotasi Bumi.
Saat formasi pusaran badai berputar semakin cepat, sebuah “mata” terbentuk di pusat badai. Area di sekitar mata badai justru sangat tenang dan jernih, karena tekanan udaranya sangat rendah.
Seperti inilah wujud badai siklon tropis jika dibelah. Panah merah kecil menunjukkan udara hangat dan lembab yang naik dari permukaan laut dan membentuk awan di sekitar mata badai. Panah biru menunjukkan area yang sejuk di sekitar mata badai. Panah merah besar adalah rotasi pita awan yang naik dari bawah.
Jika kecepatan pusaran angin mencapai 39 mil per jam, maka disebut “badai tropis”. Jika mencapai 74 mil per jam, maka secara resmi disebut “badai siklon tropis”.
Badai siklon tropis cenderung melemah saat mencapai daratan, karena tidak lagi disuplai oleh energi dari perairan laut hangat. Namun mereka kerap bertahan di daratan, menyebabkan hujan deras dan angin yang merusak, sebelum sepenuhnya menghilang.
Kategori badai siklon tropis.
Satelit kembar GOES memantau badai dari jarak 22.300 mil di atas permukaan Bumi!
GOES adalah dua satelit besutan NASA yang dioperasikan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan telah diandalkan untuk memprediksi cuaca dan membantu memberikan upaya peringatan dini di mana dan kapan badai dahsyat siklon tropis akan berlangsung di daratan.
Badai Katrina dari luar angkasa
Berikut adalah video Badai Katrina kategori 3, yang melanda pantai Louisiana, Alabama dan Mississippi pada tangal 29 Agustus 2005. Dari video, kita dapat melihat saat badai mulai terbentuk di Samudera Atlantik pada tanggal 24 Agustus dan semakin membesar saat bergerak di atas perairan hangat Teluk Meksiko.
Ditulis oleh: Staf spaceplace.nasa.gov
Sumber: How Do Hurricanes Form?




